Tampilkan postingan dengan label penyakit dalam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label penyakit dalam. Tampilkan semua postingan

Selasa, 19 Juni 2012

Terapi non-farmakologi Diabetes Mellitus


Selain dengan obat-obatan, penanganan Diabetes mellitus atau penyakit gula membutuhkan pendekatan dari sisi lain yaitu dari gaya hidup meliputi perencanaan makan dan latihan jasmani.
Perencanaan Makan
Standar yang dianjurkan untuk penderita Diabetes Mellitus adalah makanan dengan komposisi:
-          Karbohidrat 60-70%
-          Protein 10-15%
-          Lemak 20-25%
Jumlah kandungan kolesterol dianjurkan <300 mg/hari> Diusahakan lemak berasal dari sumber asam lemak tidak jenuh (MUFA= Mono Unsaturated Fatty Acid), dan membatasi PUFA (Poly Unsaturated Fatty Acid) dan lemak jenuh. Jumlah kandungan serat kurang lebih 25 gram terutama serat yang larut.
Jumlah Kalori basal per hari:
-          Laki-laki          : 30 kal/kg BB ideal
-          Perempuan      : 25 kal/kg BB ideal
Penyesuaian (terhadap kalori basal per hari) :
-          Status Gizi :
·         BB gemuk       : -20%
·         BB lebih          : -10%
·         BB kurang       : +20%
-          Umur >40 tahun          :  -5%
-          Stres metabolik                       : + (10-30%)
-          Aktivitas :
·         Ringan             : +10%
·         Sedang                        : +20%
·         Berat               : +30%
-          Hamil :
·         Trimester I,II               : +300 kal
·         Trimester III/laktasi    : +500 kal
Penentuan Berat Badan (rumus Broca):
BB ideal = (tinggi badan-100)-10% *
*) pada pria <160 cm dan wanita < 150 cm tidak perlu dikurangi 10%
à        BB kurang       : <90% BB ideal
            BB normal       : 90-110% BB ideal
            BB lebih          : 110-120% BB ideal
            Gemuk                        : >120 BB ideal
Latihan Jasmani
Kegiatan jasmani sehari-hari dan latihan teratur (3-4 kali seminggu selama kurang lebih 30 menit).
Prinsip latihan adalah :
-          Continuous
-          Rythmical
-          Interval
-          Progressive
-          Endurance

Sabtu, 17 Desember 2011

Acute Coronary Syndrome

Atherosclerosis merupakan proses yang terus menerus berjalan selama hidup. Plak atherosclerosis yang stabil dapat mengganggu lumen arteri dan menyebabkan iskemia kronis yang dapat menimbulkan stable angina. Sedangkan plak atherosclerosis yang tidak stabil dapat ruptur dan menyebabkan terbentuknya thrombus yang kaya akan platelet, yang menyumbat arteri secara parsial maupun total sehingga dapat menyebabkan gejala iskemia akut.
Plak atherosclerosis disebut stabil bila risiko terjadinya ruptur adalah rendah. Plak yang stabil umumnya adalah:
-          mempunyai fibrous cap yang tebal dan kepadatannya merata sehingga secara mekanik lebih stabil.
-          fibrous cap mengandung lebih banyak VSMC (vascular smooth muscle cell) dan kolagen.
-          lipid-rich core kurang dari 40% volume total plak.
-          sedikit infiltrasi sel inflamasi (makrofag dan limfosit-T).
Terdapat 6 stage perkembangan atherosclerosis:
Stage I-IV : akumulasi lipid yang awalnya adalah intraseluler kemudian ekstraseluler sehingga terbentuk lipid core.
Stage V : terbentuk fibrosis disekeliling lipid core sehingga terbentuklah plak atherosclerosis.
Stage VI : komplikasi plak yaitu plak mengalami ruptur dan thrombosisà atherothrombosisà clinical event.
Pada saat plak mengalami ruptur maka akan terjadi thrombosis yang menyebabkan oklusi arteri. Oklusi arteri parsial akan menimbulkan UAP atau NSTEMI sedangkan oklusi total akan menimbulkan STEMI.
ACUTE CORONARY SYNDROME
ACS  merupakan keadaan gawat darurat jantung dengan menifestasi klinis berupa perasaan tidak enak didada akibat iskemia miokardiaum. ACS mencakup STEMI, NSTEMI, dan Unstable Angina Pectoris. ACS mempunyai hubungan yang erat dengan rupturnya plak atherosclerosis yang menyebabkan oklusi baik parsial maupun total arteri tersebut oleh pembentukan thrombosis.

Minggu, 23 Oktober 2011

Diabetes Mellitus

      Diabetes mellitus (DM) adalah gangguan metabolik yang mempunyai karakteristik berupa hiperglikemia kronik dengan gangguan metabolisme karbohidrat, lemak dan protein yang dihasilkan dari gangguan sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya (WHO, 1999).
      Menurut ADA (2010) DM diklasifikasikan menjadi 4 kelompok berdasarkan etiologinya, yaitu:
1.  Diabetes mellitus tipe 1
Diabetes mellitus tipe 1 terjadi karena adanya kerusakan sel β pankreas. Kerusakan sel β pankreas disebabkan oleh proses autoimun yang dapat dideteksi dengan adanya autoantibodi terhadap sel β pankreas dan autoantibodi terhadap insulin.
2.  Diabetes mellitus tipe 2
Diabetes mellitus tipe 2 merupakan bentuk paling umum dari DM. Karakteristik dari DM tipe 2 yaitu adanya gangguan pada kerja insulin dan sekresi insulin.
3.  Diabetes mellitus tipe spesifik
Diabetes mellitus tipe spesifik merupakan bentuk DM yang jarang terjadi. Hal ini disebabkan oleh kerusakan genetik dari fungsi sel β pankreas, kerusakan genetik pada kerja insulin, penyakit pada pankreas, endokrinopati, induksi obat atau bahan kimia, infeksi pada tubuh dan sindrom genetik lainnya.
4.  Diabetes mellitus gestational
Diabetes mellitus gestational merupakan intoleransi glukosa yang muncul pertama kali saat mengalami kehamilan. Keadaan ini dapat sembuh atau menetap setelah melahirkan.
II.1.2. Diabetes Mellitus Tipe 2
      Diabetes Mellitus tipe 2 merupakan bentuk DM yang paling sering terjadi pada masyarakat. ADA (2010) menyebutkan bahwa dari semua kasus diabetes, 90-95% adalah DM tipe 2.  Menurut Cheng dan Fantus (2005) DM tipe 2 merupakan kelainan metabolik yang dihasilkan dari interaksi berbagai macam faktor dan mempunyai 2 karakteristik mayor yaitu penurunan sekresi insulin oleh pankreas dan resistensi insulin pada berbagai jaringan tubuh seperti otot, hepar dan adiposit sehingga terjadi gangguan pada ambilan (uptake) glukosa.
      Menurut PERKENI tahun 2006 diagnosis DM tipe 2 dapat ditegakkan jika terdapat salah satu kriteria sebagai berikut:

Kamis, 20 Oktober 2011

Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi)


II.2.     Tekanan Darah
II.2.1.  Definisi Tekanan Darah
Tekanan darah adalah tekanan yang dikerjakan oleh darah melawan dinding pembuluh darah (arteri) pada saat darah mengalir menuju seluruh tubuh. Tekanan darah seseorang dinyatakan dalam bentuk sistolik per diastolik (mmHg). Tekanan darah sistolik adalah tekanan darah saat kontraksi ventrikel jantung sedangkan tekanan darah diastolik menunjukkan tekanan darah saat relaksasi ventrikel jantung ( WHO, 2011). Tekanan darah biasanya diukur pada arteri brakialis pada bagian dalam siku.

Minggu, 02 Oktober 2011

gagal jantung (CHF)

Heart Failure/gagal jantung adalah sindrom klinis yang terjadi pada pasien karena abnormalitas pada struktur atau fungsi jantung yang menyebabkan munculnya gejala klinis (dyspnea dan kelelahan) dan tanda klinis (edema dan rales).