Dermatitis
merupakan reaksi inflamasi terhadap berbagai faktor eksogen maupun endogen,
menimbulkan klinis yang polimorfik (eritema, edema, papula, vesikel, skuama,
likenifikasi) dan keluhan gatal, yang melibatkan epidermis dan dermis.
Dermatitis kontak adalah inflamasi akut maupun kronik yang disebabkan oleh bahan/substansi
yang menempel pada kulit. Dikenal dua macam dermatitis kontak yaitu dermatitis
kontak alergik (DKA) dan dermatitis kontak iritan (DKI). DKA adalah suatu
dermatitis kontak yang terjadi pada seseorang yang telah mengalami sensitisasi
terhadap suatu alergen. Sedangkan DKI merupakan reaksi inflamasi kulit
non-imunologik, sehingga kerusakan kulit terjadi langsung tanpa proses
sensitisasi. Menurut penelitian yang dilakukan di RSCM Jakarta prevalensi
dermatitis kontak adalah 3,07% dan jumlah kasus DKI lebih besar daripada DKA.
Tampilkan postingan dengan label kulit dan kelamin. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kulit dan kelamin. Tampilkan semua postingan
Rabu, 20 Juni 2012
Scabies
Dalam bahasa jawa skabies disebut juga dengan "gudikan". Skabies merupakan penyakit kulit yang
disebabkan oleh infestasi dan sensitisasi terhadap Sarcoptes scabiei.
I.
Epidemiologi
dan Etiologi
Onset penyakit
biasanya pada anak-anak < 5 tahun, dewasa muda yang mendapatkan infeksi S. scabiei dari kontak tubuh.
Etiologi
dari penyakit ini adalah Sarcoptes
scabiei varian hominis. Tumbuh dan berkembang pada kulit manusia. S. scabiei dalam segala siklus kehidupan
akan membentuk terowongan dalam epidermis sesaat setelah kontak, terowongan
yang dibuat lebih dangkal dari stratum granulosum, S. scabiei juga akan menyimpan kotorannya dalam terowongan. S. scabiei betina akan meletakkan telurnya
dalama terowongan saat siang hari sedangkan malam hari akan membuat terowongan
dengan kecepatan 2-3 mm dalam sehari. Telur menetas dalam 72-96 jam.
Cutaneus Larva Migran
Cutaneus
larva migran disebut juga dengan creeping eruption, dermatosis linearis migrans
dan sandworm disease. Istilah ini digunakan untuk kelainan kulit yang merupakan
peradangan berbentuk linear atau berkelok-kelok, menimbul dan progresif, yang
disebabkan oleh invasi cacing tambang yang berasal dari anjing atau kucing.
Penyakit
ini sering terjadi pada anak-anak terutama yang sering berjalan tanpa alas
kaki, atau yang sering berhubungan dengan tanah dan pasir. Penyakit ini banyak
terjadi didaerah tropis dan subtropis yang hangat dan lembab. Di Indonesia ini
masih banyak ditemukan kelainan kulit ini.
Langganan:
Postingan (Atom)


